Perbedaan Tingkat Fear of Missing Out (FOMO) Berdasarkan Pelaksanaan Salat dan Kebiasaan Membaca Al-Qur’an pada Generasi Z
DOI:
https://doi.org/10.67157/rvwntm63Keywords:
Fear of Missing Out (FOMO), Psikologi Islam, Salat, Membaca Al-Qur’an.Abstract
Fear of Missing Out (FOMO) merupakan fenomena psikologis yang semakin banyak ditemukan pada Generasi Z seiring meningkatnya penggunaan media sosial. FOMO berkaitan dengan kebutuhan keterhubungan sosial, self-esteem, loneliness, dan kesejahteraan psikologis. Namun, kajian FOMO dari perspektif praktik ibadah Islam masih terbatas, padahal sholat dan membaca Al-Qur’an diyakini dapat meningkatkan ketenangan jiwa, pengendalian diri, serta orientasi spiritual. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat FOMO berdasarkan pelaksanaan sholat lima waktu dan kebiasaan membaca Al-Qur’an pada Generasi Z Muslim. Penelitian kuantitatif komparatif ini melibatkan 63 partisipan Muslim usia 15–28 tahun, terdiri atas 11 laki-laki dan 52 perempuan. Data dikumpulkan menggunakan Skala FOMO adaptasi Islami (2020) dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,90 dan dianalisis menggunakan independent samples t-test. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat FOMO berdasarkan pelaksanaan sholat lima waktu (p=0,854) maupun kebiasaan membaca Al-Qur’an (p=0,166), sehingga praktik ibadah belum menjadi faktor pembeda FOMO pada Generasi Z Muslim di era digital.

